Senin, 07 Februari 2011

Dibata Nampati Manusia Ibas Ngalaken Kuasa Iblis (Markus 1:9-13)

BAHAN KHOTBAH GBKP
TANGGAL 13 FEBRUARI 2011

Introitus : Mazmur 99:9
Pembacaan I : Mazmur 99:1-9
Pembacaan II : Markus 1: 9-15.
Tema : Allah Menolong Manusia Dalam Mengalakan Kuasa Iblis.

LATAR BELAKANG
1. Injil Markus adalah Injil tertua dari injil sinoptis (Matius, Markus dan Lukas) bahkan Yohanes, dan Matius dan lukas sering menjadikan Markus sebagai refrensinya. Walaupun nanti dalam kitab-kitab Injil sinoptis ada kekhasan-kekhasan, ataupun ada tema-tema sentral yang diangkat dari masing-masing injil sinoptis ini. Dan kalau dilihat, khusus Injil Markus, salah satu tujuannya adalah menginformasikan tentang Yesus. Oleh sebab itu pertanyaannya siapakah Yesus orang Naseret itu, dan jawabannya adalah Yesus adalah Putra Allah dan Mesias. Oleh sebab itu, dalam pasalal 1:1 makus menulis inilah Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
2. Dalam Markus 1:9-15, di situ diinfomasikan, Yesus datang dari Nasaret dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Dan untuk memahami ini, kita harus terlebih dahulu mengetahui tentang Yohanes dan baptisannya. Pertama : Yohanes adalah seorang yang mendahului Yesus untuk melampangkan jalan bagi Yesus. Oleh sebab itu khotbah Yohanes adalah pertobatan dan tanda orang yang telah bertobat adalah di baptis, dan Yohanes mengambil tempat di sungai Yordan untuk baptisan. Kedua: Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes, bukan muncul pada waktu itu, tetapi baptisan merupakan satu tradisi dari agama Yahudi. Baptisan yang dilakukan dalam agama Yahudi adalah sebelum melakukan ritual agama. Para imam harus menyucikan dirinya, Begitu juga dalam rangka menjaga pentahiran (2 Raja-raja 5:14, dll). Hanya saja Baptisan dalam bahasa Ibrani adalah Tavilah. Jadi untuk, orang Israel baptisan tidak asing bagi mereka. Ketiga : Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah “pendalaman” dari tradisi agama Yahudi, yaitu pertobatan. Ini dimaksud agar bangsa Israel tetap hidup selaku anak Allah, sebagai bangsa pilihan Tuhan, yang harus tetap hidup kudus. Satu pertanyaan, apakah Yesus di baptis oleh Yohanes di sungai Yordan mengatakan bahwa Yesus adalah orang berdosa sehingga dia harus disucikan dari dosa ? tidak. Ada beberapa makna dalam baptisan tersebut. Pertama : Yesus menyamakan dirinya dengan kita (manusia). Sebenarnya Yesus tidak berdosa, namun Dia minta untuk dibaptis karena dalam segala hal Yesus hendak “menyamakan” diriNya dengan kita (manusia). Kedua : Baptisan yang diterima oleh Yesus adalah simbol akan kematian dan kebangkitannya. Jadi sebenarnya baptisanNya adalah pemberitaan yang akan datang dalam diri Yesus Kristus. Ketiga : Simbol akan keselamatan manusia, sebab baptisan adalah penyatuan akan kematian dan kebangkitan Yesus, dan inilah yang di terima oleh manusia (kita).
3. Makna yang lain dari Baptisan Yesus adalah suatu tanda, dimana Yesus telah cukup umurnya untuk boleh berkarya selaku guru untuk mengajarkan tentang keselamatan, sebab dalam tradisi orang Yahudi, mereka yang bisa mengajar (melayani) adalah mereka yang umurnya minimal 30 tahun. Dan orang yang akan melakukan tugas apakah sebagai raja, imam atau pun nabi, harus diurapi. Pengurapan itu berarti Roh Allah berdiam dalam diri mereka. Yesus sesudah Dia dibaptis maka terbukalah langit dan datanglah Roh yang menyerupai seekor burung merpati turun ke atasNya, dan terdengarlah suara Engkaulah AnakKu yang Ku kasihi, kepadaMulah Aku berkenan. Ini merupakan suatu urapan yang dilakukan oleh Allah kepada Yesus untuk melakukan pekerjaan keselamatan di dunia ini. Jadi pertanyaan kenapa bukan minyak. Yesus tidak perlu tanda ataupun simbol sebab Dia diurapi oleh Roh Allah, sehingga itulah yang memberi kekuatan pada Yesus dalam segalah hal, dan memimpinNya dalam tugas Yesus.
4. Sesudah Yesus dibaptis Roh memimpin Yesus ke padang gurun, dan dipadang gurun Yesus di cobai iblis, tapi Yesus jadi pemenang. Kuasa Iblis tidak sanggup mengalahkanNya. Kalau dalam cerita manusia pertama, Adam dan Hawa sanggup dikalahkan Iblis (Kej.3:1-7), tapi dalam pencobaan setan /iblis pada Yesus, terlihat Yesus tidak sanggup dikalahkan iblis. Dalam makna yang lain, Roh Allah sengaja membawa Yesus ke padang gurun, sebab di padang gurun (tempat yang sunyi) merupakan tempat tinggal setan/iblis, dan simbol kutukan sebab tidak berpenghuni, begitu juga tempat tinggal binatang-binatang liar, sehingga agak serem/manakutkan, dan manusia tidak sanggup hidup lama di situ. Jadi sengaja agar Yesus di coba, dan menunjukkan bahwa dalam cobaan apapun Yesus tidak akan kalah, sebab Roh Tuhan bersama-sama dengan Yesus.
5. Setelah semuanya selesai, yakni baptisan dan pencobaan, maka Markus menceritakan pelayanan Yesus di mulai dari Galilea, sesudah Yohanes ditangkap, dan inti pengajaran Yesus adalah Kerajaan Allah sudah dekat, oleh sebab itu bertobatlah.

APLIKASI
Satu pertanyaan untuk kita, apakah kita sanggup mengalahkan kuasa iblis ? Karena disadari bahwa kuasa iblis telah berakar dalam dunia ini. Hampir di semua sendi-sendi kehidupan kita, iblis hadir di situ. Bahkan di gereja iblis berupaya hadir di dalamnya. Pengalaman iman mengatakan bahwa, kita tidak pernah sanggup mengalahkan kuasa iblis, sebab iblis lebih kuat dari kita, iblis lebih pinter dari kita. Bukti yang ada, banyak dari kita yang jatuh ke dalam dosa.
Karena kita tidak mampu mengalahkan kuasa iblis, dan kalau kita ingin mengalahkan kuasa iblis tersebut, maka tidak ada jalan lain selain kita meminta pertolongan dari Tuhan Yesus. Yesus Kristus mempunyai kuasa dan sanggup mengalahkan kuasa iblis. Bahkan iblis saja gemetaran pada Tuhan (Yakobus 2:19), apalagi berhadapan langsung dengan Yesus, pasti iblis kalah. Kuasa iblis yang sanggup mengalahkan manusia telah diketahui oleh Yesus Kristus, oleh sebab itu dalam doaNya pada BapaNya di Surga, Yesus meminta agar Allah menemani orang percaya selama orang percaya hidup di tengah-tengah dunia ini, agar terhindar dari tipu muslihat iblis (Yohanes 17:15).
Pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita sangat nyata. Dalam sejarah keselamatan Tuhan, Tuhan tidak pernah membiarkan kita hidup dalam keberdosaan ataupun dalam cobaan dan masalah terlebih dalam penderitaan. Dalam setiap waktu Allah senantiasa menolong kita. Yang jadi persoalan adalah bagaimana kita mampu untuk datang dan meminta pertolongan kepada Tuhan. Orang yang tidak mampu mengenal Tuhan Yesus dan kuasaNya pasti tidak akan datang kepada Yesus untuk meminta pertolonganNya, tapi orang yang mengeal Yesus dengan baik, pasti akan datang dan meminta pertolongan pada Yesus. Perlu diketahui kuasa Yesus melebihi kuasa-kuasa yang ada di dunia ini. Untuk itulah marilah kita sebagai anak-anakNya datang menyembah dan meninggikan namaNya. Menyembah saja kita pada Yesus Kristus sebab pada Yesus diberikan kuasa untuk memimpin di bumi dan Surga (Matius 28:18). Janagn kita menyembah pada allah lain, sebab allah-allah lain tidak punya kuasa menyelamatkan kita.
Amin.

Pdt. Steven Kumenit, STh.,M.Min.

ALlah Menolong Manusia Dalam Mengalahkan Kuasa Iblis (Markus 1:9-13)

BAHAN KHOTBAH GBKP
TANGGAL 13 FEBRUARI 2011

Introitus : Mazmur 99:9
Pembacaan I : Mazmur 99:1-9
Pembacaan II : Markus 1: 9-15.
Tema : Allah Menolong Manusia Dalam Mengalakan Kuasa Iblis.

LATAR BELAKANG
1. Injil Markus adalah Injil tertua dari injil sinoptis (Matius, Markus dan Lukas) bahkan Yohanes, dan Matius dan lukas sering menjadikan Markus sebagai refrensinya. Walaupun nanti dalam kitab-kitab Injil sinoptis ada kekhasan-kekhasan, ataupun ada tema-tema sentral yang diangkat dari masing-masing injil sinoptis ini. Dan kalau dilihat, khusus Injil Markus, salah satu tujuannya adalah menginformasikan tentang Yesus. Oleh sebab itu pertanyaannya siapakah Yesus orang Naseret itu, dan jawabannya adalah Yesus adalah Putra Allah dan Mesias. Oleh sebab itu, dalam pasalal 1:1 makus menulis inilah Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
2. Dalam Markus 1:9-15, di situ diinfomasikan, Yesus datang dari Nasaret dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Dan untuk memahami ini, kita harus terlebih dahulu mengetahui tentang Yohanes dan baptisannya. Pertama : Yohanes adalah seorang yang mendahului Yesus untuk melampangkan jalan bagi Yesus. Oleh sebab itu khotbah Yohanes adalah pertobatan dan tanda orang yang telah bertobat adalah di baptis, dan Yohanes mengambil tempat di sungai Yordan untuk baptisan. Kedua: Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes, bukan muncul pada waktu itu, tetapi baptisan merupakan satu tradisi dari agama Yahudi. Baptisan yang dilakukan dalam agama Yahudi adalah sebelum melakukan ritual agama. Para imam harus menyucikan dirinya, Begitu juga dalam rangka menjaga pentahiran (2 Raja-raja 5:14, dll). Hanya saja Baptisan dalam bahasa Ibrani adalah Tavilah. Jadi untuk, orang Israel baptisan tidak asing bagi mereka. Ketiga : Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah “pendalaman” dari tradisi agama Yahudi, yaitu pertobatan. Ini dimaksud agar bangsa Israel tetap hidup selaku anak Allah, sebagai bangsa pilihan Tuhan, yang harus tetap hidup kudus. Satu pertanyaan, apakah Yesus di baptis oleh Yohanes di sungai Yordan mengatakan bahwa Yesus adalah orang berdosa sehingga dia harus disucikan dari dosa ? tidak. Ada beberapa makna dalam baptisan tersebut. Pertama : Yesus menyamakan dirinya dengan kita (manusia). Sebenarnya Yesus tidak berdosa, namun Dia minta untuk dibaptis karena dalam segala hal Yesus hendak “menyamakan” diriNya dengan kita (manusia). Kedua : Baptisan yang diterima oleh Yesus adalah simbol akan kematian dan kebangkitannya. Jadi sebenarnya baptisanNya adalah pemberitaan yang akan datang dalam diri Yesus Kristus. Ketiga : Simbol akan keselamatan manusia, sebab baptisan adalah penyatuan akan kematian dan kebangkitan Yesus, dan inilah yang di terima oleh manusia (kita).
3. Makna yang lain dari Baptisan Yesus adalah suatu tanda, dimana Yesus telah cukup umurnya untuk boleh berkarya selaku guru untuk mengajarkan tentang keselamatan, sebab dalam tradisi orang Yahudi, mereka yang bisa mengajar (melayani) adalah mereka yang umurnya minimal 30 tahun. Dan orang yang akan melakukan tugas apakah sebagai raja, imam atau pun nabi, harus diurapi. Pengurapan itu berarti Roh Allah berdiam dalam diri mereka. Yesus sesudah Dia dibaptis maka terbukalah langit dan datanglah Roh yang menyerupai seekor burung merpati turun ke atasNya, dan terdengarlah suara Engkaulah AnakKu yang Ku kasihi, kepadaMulah Aku berkenan. Ini merupakan suatu urapan yang dilakukan oleh Allah kepada Yesus untuk melakukan pekerjaan keselamatan di dunia ini. Jadi pertanyaan kenapa bukan minyak. Yesus tidak perlu tanda ataupun simbol sebab Dia diurapi oleh Roh Allah, sehingga itulah yang memberi kekuatan pada Yesus dalam segalah hal, dan memimpinNya dalam tugas Yesus.
4. Sesudah Yesus dibaptis Roh memimpin Yesus ke padang gurun, dan dipadang gurun Yesus di cobai iblis, tapi Yesus jadi pemenang. Kuasa Iblis tidak sanggup mengalahkanNya. Kalau dalam cerita manusia pertama, Adam dan Hawa sanggup dikalahkan Iblis (Kej.3:1-7), tapi dalam pencobaan setan /iblis pada Yesus, terlihat Yesus tidak sanggup dikalahkan iblis. Dalam makna yang lain, Roh Allah sengaja membawa Yesus ke padang gurun, sebab di padang gurun (tempat yang sunyi) merupakan tempat tinggal setan/iblis, dan simbol kutukan sebab tidak berpenghuni, begitu juga tempat tinggal binatang-binatang liar, sehingga agak serem/manakutkan, dan manusia tidak sanggup hidup lama di situ. Jadi sengaja agar Yesus di coba, dan menunjukkan bahwa dalam cobaan apapun Yesus tidak akan kalah, sebab Roh Tuhan bersama-sama dengan Yesus.
5. Setelah semuanya selesai, yakni baptisan dan pencobaan, maka Markus menceritakan pelayanan Yesus di mulai dari Galilea, sesudah Yohanes ditangkap, dan inti pengajaran Yesus adalah Kerajaan Allah sudah dekat, oleh sebab itu bertobatlah.

APLIKASI
Satu pertanyaan untuk kita, apakah kita sanggup mengalahkan kuasa iblis ? Karena disadari bahwa kuasa iblis telah berakar dalam dunia ini. Hampir di semua sendi-sendi kehidupan kita, iblis hadir di situ. Bahkan di gereja iblis berupaya hadir di dalamnya. Pengalaman iman mengatakan bahwa, kita tidak pernah sanggup mengalahkan kuasa iblis, sebab iblis lebih kuat dari kita, iblis lebih pinter dari kita. Bukti yang ada, banyak dari kita yang jatuh ke dalam dosa.
Karena kita tidak mampu mengalahkan kuasa iblis, dan kalau kita ingin mengalahkan kuasa iblis tersebut, maka tidak ada jalan lain selain kita meminta pertolongan dari Tuhan Yesus. Yesus Kristus mempunyai kuasa dan sanggup mengalahkan kuasa iblis. Bahkan iblis saja gemetaran pada Tuhan (Yakobus 2:19), apalagi berhadapan langsung dengan Yesus, pasti iblis kalah. Kuasa iblis yang sanggup mengalahkan manusia telah diketahui oleh Yesus Kristus, oleh sebab itu dalam doaNya pada BapaNya di Surga, Yesus meminta agar Allah menemani orang percaya selama orang percaya hidup di tengah-tengah dunia ini, agar terhindar dari tipu muslihat iblis (Yohanes 17:15).
Pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita sangat nyata. Dalam sejarah keselamatan Tuhan, Tuhan tidak pernah membiarkan kita hidup dalam keberdosaan ataupun dalam cobaan dan masalah terlebih dalam penderitaan. Dalam setiap waktu Allah senantiasa menolong kita. Yang jadi persoalan adalah bagaimana kita mampu untuk datang dan meminta pertolongan kepada Tuhan. Orang yang tidak mampu mengenal Tuhan Yesus dan kuasaNya pasti tidak akan datang kepada Yesus untuk meminta pertolonganNya, tapi orang yang mengeal Yesus dengan baik, pasti akan datang dan meminta pertolongan pada Yesus. Perlu diketahui kuasa Yesus melebihi kuasa-kuasa yang ada di dunia ini. Untuk itulah marilah kita sebagai anak-anakNya datang menyembah dan meninggikan namaNya. Menyembah saja kita pada Yesus Kristus sebab pada Yesus diberikan kuasa untuk memimpin di bumi dan Surga (Matius 28:18). Janagn kita menyembah pada allah lain, sebab allah-allah lain tidak punya kuasa menyelamatkan kita.
Amin.

Pdt. Steven Kumenit, STh.,M.Min.

Senin, 31 Januari 2011

Makna Teologis Kerna Kegeluhen Kiniteken (Kejadian 2:4b-9)

Kejadian 2:4b-9

Tema : Makna Teologis Kerna Kegeluhen Kiniteken.

LATAR BELAKANG
1. Selain kejadin pasal 1, Kejadin pasal 2 pe ngerana kerna penciptaan, janah alu jelas ibas kitab kejadin enda ngataken kerina si lit ibas doni enda Tuhan sinjadikenca, janah “top” penciptaan Tuhan eme manusia.
2. Manusia ijadiken arah abu taneh, janah arah Kesah Dibata siiembusken Tuhan ku igung manusia e, maka nggeluh me manusia e. Tapi kegeluhen manusia la pasif, tapi aktif, erkiteken sie me ijadikkan Tuhan ka peken i Eden guna ingan manusia tading. Manusia nggeluh i peken Eden. Jadi teridah ijenda manusia la banci ipisahken ras taneh, sebab manusia ijadiken arah taneh, bagepe manusia la banci ipisahken ras Tuhan sebab Tuhan sinjadiken manusia e. Bagepe manusia la banci ipisahken ras doni enda, sebab doni enda “singelai” manusia emaka manusia banci “nggeluh secara jasmani”
3. Kegeluhen manusia ibas doni enda, nggeluh ibas perentah Dibata, emaka sepanjang manusia patuh man perentah Tuhan, sepanjang e ka manusia banci nggeluh, tapi kenca manusia lanai patuh man perentah Dibata, maka minter manusia mate. Guna kepatuhen simereken kegeluhen e me, Tuhan ngataken maka manusia ula ndeheri sada batang kayu simereken pemeteh kerna sibujur ras sijahat (band. Kej.2:16), sebab ibas manusia ndeheri ras man buah batang kayu e, maka minter manusia mate. Jadi kegeluhen manusia itentuken arah perentah ras ndalanken kai siikataken Tuhan.
4. Ibas peken i Eden lit dua batang kayu, eme batang kayu kegeluhen ras sada batang kayu pemeteh sibujur ras sijahat. Dua batang kayu enda mempunyai erti simbolis, ija batang kayu kegeluhen melambangkan lkegeluhen sirasa lalap adi manusia e nggeluh alu dame ras Dibata, nggeluh patuh man Tuhan saja. Tapi batang kayu simereken pemeteh kerna sibujur ras sijahat melambangkan Dibata kap ngenca si lit hakna guna meteh kena kebujuren ras si jahat. Alu kata sideban manusia haru patuh ngelakoken kai siikataken ras siitetapken Dibata kerna kebujuren ras nadingken kai siitetapken Dibata kerna si jahat, janah tanda kepatuhen enda manusia la banci man buah e, adi ipanna maka mate me manusia e.
5. Tujun manusia itamaken Dibata i peken Eden eme gelah manusia banci njagai ras ngusahai taneh ras taman e (ayat 5, 15). Berati manusia ibere “kuasa” ibas Dibata nari guna njagai ras ngusahai kai sienggo ijadiken Tuhan. Manusia la banci ncedai peken e, sebab adi peken enda ceda maka kegeluhen manusia terancam, sebab manusia banci dat nakan i je nari.

THEOLOGIA NASKAH
- Lenga lit si turah ibas doni enda erkiteken lenga lit singusahai taneh e.
- Manusia njadiken manusia e arah abu taneh nari, janah Dibata mereken kesah kegeluhen man manusia e arah igung manusia.
- Kenca manusia ijadiken Tuhan, emaka ibahan Tuhan sada peken i Eden, janah itamakan Tuhan manusia e ije, janah ibas peken e lit sada batang kayu simereken kegeluhen ras sada batang kayu simereken pemeteh kerna si bujur ras si jahat.

APLIKASI
Tahun 2011 sada enggo icanangkan gerejanta sebage tahun peningkaten teologi, peningkatan spiritualitas ras peningjkatan mutuh kebaktin. Janah ibas bahanta sekali ikhususken kerna spiritualitas. Memang kata enda la asing man banta, tapi jadi penungkunen enggo kin mbages pengangkanta kerna spiritualitas e. Perlu lebe sipahami spiritualitas terbagi ibas dua suku kata eme spirit si berarti kesah, janah enda pemere Dibata ntah pe Kesah Dibata jine, janah kualitas eme tingkat baik buruk sesuatu, emaka adi siertikan alu sederhana eme kualitas kegeluhen selaku kalak sierkiniteken man Tuhan. Jadi adi kita ngerana kerna spiritualitas maka kita ngerana kerna hubungenta ras Tuhan Dibata. Keterhubungenta teridah ibas kita patuh nandangi perentahNa. Jadi adi kita lanai patuh man Tuhan maka spiritualitasta la lit, kita nggeluh ibas kematen, sebab spiritualitas berhubungen ras kegeluhen.
Spiritualitas kalak kristen eme spiritualitas sipatuh nandangi perentah Dibata, enda me siharus teridah ibas kegeluhenta tep-tep wari, janah adi siidah ncukup nterem kita simengabaikan enda, emaka mekatep kita erteman ras biak doni enda, sidungna mereken kemalun ras kematen man banta (band. Roma 6:23). Enda jadi erkiteken la kita nggeluh ras patuh nandangi perentah Tuhan, tapi adi kita patuh maka ngasup nge sincidahken kerna spiritualitasta ibas kegeluhen i tengah-tengah doni enda. Perlu siteh lebe spritualitas kegeluhenta eme bentukna ngelai, adi bahasa kitab kejadin ngusahai ras njagaisa.
Spiritualitas ngataken ibas kegeluhenta silebih sipenting eme uga kita banci ndahiken keselamaten sienggo ibereken Tuhan ibas kegeluhenta tep-tep wari. Emaka hal-hal siberhubungen guna ncedai kinitekenta harus sisilahken. Ibas erti kata, kita la banci ngadi guna ndalanken singena ate Tuhan gelah kita tetap nggeluh.

Pdt. Steven Kumenit

Selasa, 25 Januari 2011

KERJA RANI/PESTA PANEN (IMAMAT 23:5-24)

IMAMAT 23:5-24.

Tema : Kerja Rani.

LATAR BELAKANG
1. Secara umum kitab enda ngerana kerna kebadiaan, janah enda merupakan sada penekanan man bangsa Israel. Bangsa Israel harus badia erkiteken Dibata Badia kap (band. 11:44-45; 19:2; 20:7,26). Penekanan enda erkiteken bangsa Israel berbeda ras bangsa si deban, bagepe bangsa Israel enggo ipedarat ntah pe enggo ipisahken ibas bangsa Mesir nari.
2. Ibas rangka nggeluh ibas kebadiaan, maka bangsa Israel harus ngikuti kai siikataken Dibata. Salah sada siikataken Dibata eme bangsa Israel harus ngerayaken wari-wari raya siitetapken Tuhan. Sebab ibas wariwari raya e lit sada petunjuk guna iikuti bangsa Israel, subuk cara ersembah bage nehken persembahen. Maksud enda kerina erkiteken Dibata Badia janah la lit si deban si Badia maka bangsa Israel patuh man Tuhan saja, sebab ibas kepatuhen man Tuhan maka bangsa Israel nggeluh ibas kebadiaan. Bangsa Israel banci badia adi bangsa Israel terhubung ras Dibata si Badia e.
3. Ibas kegeluhen bangsa si badia (bangsa Israel), maka lit waktu si mendukung gelah kebadiaan bangsa Israel tetap terjaga, janah waktu e berhubungen ras perayaan, bagepe penembahan. Ibas waktu-waktu si badia e eme wari kudus mingguan (sabat), bagepe lit waktu kudus tahunan, eme telu perayaan simbelin i tambah wari raya pendamaian. Piga-piga wari badia si berhubungen ras perayaan eme Paskah ras wari raya roti si la beragi, tujunna guna mpehagaken Tuhan, wari raya paksa rani, tujunna eme mpersembahken gandum simbaru man Tuhan, bagepe wari raya tahun simbaru siertujun ersembah ras nehken persembahen pangan man Tuhan. Sebab ate Dibata ibas pebadiaken waktu enda bangsa Israel banci ngakui Tuhan eme Dibata sierkuasa, bagepe gelah manusia (bangsa Israel) banci istirahat ras la erdahin guna dirina sendiri.
4. Ibas bangsa Israel ndalanken kai siiperintahken kerna kebadiaan ibas waktu-waktu si lit siberhubungen ras perayaan-perayaan, maka enda ngataken bangsa Israel ersembah man Dibata si Badia ras nggeluh ibas persadan, ras ndalanken kekelengen. Sebab ijenda la saja icidahken kerna kepatuhan ersembah man Tuhan saja, tapi uga mperdiateken sapih-sapih manusia.
5. Hukum kebadiaan enda siikemas ibas bentuk keagamaan ras beribadatan gelah bangsa Israel nggeluh ibas kebadiaan, sebab ibas bangsa Israel ersembah ras nehken persembahen, ije me bangsa Israel ibadiaken. Perlu siteh, lit makna ras tujun nehken persembahen, eme persembahen pangan (ayat 8, 16), ertina mindo gelah Dibata masu-masu ras hadir. Persembahen pungo (ayat10), tujunna gelah pasu-pasu Dibata (Tuhan berkenan). Persembahen tutungen, tujunna guna menebus dosa umum si la isengaja, janah enda harus itutung seh keri. Persembahen persadan (ayat 19), tujunna gelah Tuhan berkenan ras masu-masu.

APLIKASI
Ibas tahun gerejawi GBKP, tanggal 30 Januari eme pelaksanaan Kerja Rani, janah enda merupaken kegiatan ras “wari raya” rutin siilaksanakan gereja GBKP. Ibas kegiaten Kerja rani enda, lit piga-piga makna ije eme 1). Pelayanan gereja man perpulungen. 2). Naruhken anggota perpulungen nehken persembahen hasil jumana sedekah sada tahun. Memang ibas point enda harus min siteh labo kerina kita perjuma, apai ka kita sitading i kota, emaka siimaksudken ulih juma sada tahun eme ulih pendahinta sada tahun subuk hasil juma bage pe gajinta. 3). Ibas rangka pergegeh keuangan gerejanta gelah pelayanan-pelayanan gereja banci tersehi.
Ibas kerja rani enda kita nehken persembahen man Tuhan sebab siamini maka kai si lit bas kita, ntah pe lit hasil jumanta erkiteken pasu-pasu Tuhan, emaka bentuk persembahen enda eme pengataken bujur. Ibas pengataken bujur enda pe, sipindo man Tuhan gelah Dibata ngaloken persembahenta ras pe sipindo gelah Dibata masu-masu pendahin ras jumanta, alu bage ibas tahun si reh banci ka kita nehken persembahen man Tuhan ibas kerja rani
Siidah genduari bentuk ras pelaksanaan kerna kerja rani erbeda-beda, lit sikonvensional (alu nehken persembahen arah amplop siitamaken ku lebe ibas kebaktin minggu), lit ka si imodivikasi, eme ikerjaken. Tapi lepas arah sienda kerina, kita kerina harus merespon pasu-pasu Tuhan arah Kerja Rani. Alu bage kita ipasu-pasu Tuhan. Tapi harus ka siinget ibas kita nehken persembahen kerja rani harus maka simehulina sisehken ibas kai si lit bas kita. Janah harus ka siinget ibas kita nehken persembahen enda teridah me spiritualitasta man Tuhan Dibata.

Pdt.Steven Kumenit, STh.,M.Min.

Kamis, 04 November 2010

Jangan Takut (Matius 6:24-33

BAHAN SERMON PJJ GBKP
TANGGAL 7 - 13 NOVEMBER 2010
====================================

Matius 6:24 – 33

Isi : Ula Mbiar

LATAR BELAKANG
1. Nats enda salah sada bagin khotbah Yesus i datas uruk man jelma sinterem. Ibas khotbah enda siitekanken Yesus eme kerna nggeluh (kesah) ras kula. Ija ergan nge nggeluh (kesah) asangken nakan, janah ergan nge kula asangken uis. Ibas erti kata, erkiteken Tuhan enggo ngelakoken hal-hal si mbelin eme alu mereken kegeluhen man manusia, maka situhuna manusia lanai perlu eraru ate kerna hal-hal si kitik, sebab sie pasti nge enggo iperdiateken Tuhan.
2. Amin gia pemeliharaan Tuhan iandingken bagi perik ras mbunga ncole, labo berarti, ate Dibata manusia lanai perlu erdahin, tapi siimaksudken eme kebiaren ntah pe kearun ate ula min seh “menggerogoti” kegeluhen manusia, tapi iajuk Yesus gelah ajar-ajarNa tuhu-tuhu ernalem man baNa saja.
3. Kearun ate labo pernah pegedangken umur manusia, tapi justru mpegendek umur kegeluhen manusia, sebab ibas aru ate, manusia lanai erbahan ras ngelakoken kai pe, dungna kebingungan ngenca si lit man manusia, sebab apai dage man ikutenkenna, apakah hal-hal materi ntah Tuhan simereken kegeluhen, la saja ibas doni enda, tapi pe ibas surga. Emaka kepatuhen ras ngikutken peraten Tuhan nge sibanci mereken kegeluhen (band. Matius 4:4).
4. Pemeliharaan Tuhan man manusia erbahanca manusia nggeluh berkecukupan. Enda bukti uga i mata manusia mbuga ncole si la meherga, tapi pe ipelihara Tuhan, janah ndauh jilen asangken paken raja Salomo si seh kal bayakna. Bageme pemelihara Tuhan man manusia si tek man bana.
5. Sipaling penting bas kegeluhen kalak si tek man baNa eme darami lebe kinirajaan Surga ras kebenarenna, emaka kerina keperlun si deban itambahi Tuhan. Siimaksudken ijenda eme nggeluh ibas kepatuhan man Tuhan, nggeluh ibas kepatuhan nandangi kataNa, emaka ipasu-pasu Tuhan kalak si patuh ras ndalanken peratenNa.

THEOLOGIA NASKAH
- Ise pe la bo ngasup ngikutken dua tuan.
- Ula aru atendu.
- Daramilah lebe kinirajaanNa, janah ndalankenlah si ngena ateNa, maka icukupiNa kai siperlukenndu.

APLIKASI
Ibas kamus bahasa Indonesia mbiar seri ras aru ate, emaka adi kita ngerana kerna kearun ate berarti kita pe ngerana kerna kebiaren.
Kearun ate banci berlebihan ibas kegeluhenta, janah enda me sierbahanca kita “mate”. Emaka kearun ate semacam pinakit. Bagepe para ahli ilmu jiwa ngataken kearun ate banci erbahan kalak tertekan, sierbahanca la banci medem. Erkiteken sie kearun ate eme pinakit utama ras musuh utama man manusia.
Kearun ate banci inen ibas dua hal : 1). Kearun ate ras mbiar si berlebihan ngataken maka ta la tek nandangi pemeliharaan Tuhan. Tuhu, mbue keperlunta ibas doni enda, tapi labo berarti la banci ipenuhi Tuhan keperlun-keperlunta e. Tentu banci. Emaka kepatuhan ras ndalanken singena ate Tuhan nge mbaba kita ku bas kegeluhen situhu-tuhu, sebab ipasu-pasuNa me kita. 2). Kearun ate ras kebiaren la perlu ikebiarken (ditakuti) secara berlebihen, sebab enda merupaken pemere Tuhan (sebab enda merupaken self kontrol). Sebab arah kearun ate ras mbiar kita banci nggeluh selaku tinepa Dibata, sikatawari paksa pe ngataken bujur ras tetap mindo penampat man Tuhan, sebab la kita ngasup naluken godaan doni enda. Bagepe ngasup kita ncidahken kekelengen man temanta manusia ras tinepa Tuhan si deban.

Catatan : Sebagai tambahan dan melengkapi bahan bimbingan yang dikeluarkan Moderamen.

Kamis, 14 Oktober 2010

Persaingen si Sehat Guna Ndatken Kemajun (Kejadin 30:31-39)

BAHAN PJJ GBKP
TANGGAL 127-23 OKTOBER 2010
____________________________________

Isi : Persaingan si Sehat Guna Ndatken Kemajun.

LATAR BELAKANG
1. Jakup tading i rumah mamana (Laban) ibas waktu sicukup ndekah eme 20 tahun. Janah sedekah ia tading, sekaligus erdahin ije, seh maka ertambah-tambah kebayaken mamana.
2. Ibas sada paksa, nina Jakup man mamana gelah banci ia nggeluh mandiri, emaka pelepas min ia ras ndeharana bagepe ras anak-anakna kerina mulih ku kutana. Tapi tempa lit sada beban man Laban erkiteken sedekah Jakup erdahin selaku permakan ras jadi bebere/kelana, lenga lit kai pe (erta ntah pe modal) siiberekenna man Jakup. Emaka nina Laban man Jakup adi bage asa kai dage kuberken upah man bandu. Tapi nina jakup la pada aku erupah, tapi berekenlah ku siar-siar sendah asuh-asuhenndu, janah kuserapken asakai bibi-biri si mbiring ras mekambing tah pe simeruntik si nguda denga, e saja sijadi upahku. Kai siikataken Jakup enda iueken mamana. Tapi kepeken laban la “iklas” emaka ibas wari e kang, minter ipindahken Laban kerina kambing bajarna simeruntik, simekambing bagepe kambing si lit mbentarna ras pe biri-biri si mbiring , ku ingan sindauhna telu wari perdalanen. Janah asuh-asuhen si tading, tetap Jakup ngasuhisa.
3. Enda ibahan Jakup gelah la idat jakup kambing singuda denga si mekambing, si mbiring ras si meruntik. Bagepe la lit kemungkinan jadi perkawinan silang ntah pe si berbeda warna si banci “merubah” warnana bulu asuh-asuhen e.
4. Ibas asuh-asuhen siiasuhi Jakup enda me, iakali Jakup gelah litna sada anak biri-biri si mekambing, si meruntik ras simbiring. Alu make pola pengkembang biakan ras teknologi tradisional paksa sie, Jakup ngasup menghasilkan anak biri-biri si meruntik. Ibas carana sicukup sederhana, eme ibuat Jakup dahan kayu dalu-dalu ketapang sirimpaga, ikulitina dahan-dahan e emaka mekambing, janah iamparkenna i lebe-lebe asuh-asuhen ibas inganna minem. Emaka sanga kambing e kawin idahna dahan e, emaka tersugesti kambing e. Em sebabna banci sambar warna anak- asuh-asuhen e.
5. Siibahan Jakup enda, khusus man asuh-asuhen si megegeh, adi si la megegeh la ibahanna bage. Erkiteken sie megegeh ras jile me asuh-asuhen Jakup asangken asuh-asuhen mamana (Laban).\

THEOLOGIA NASKAH
- Jakup ras Laban muat sada kesepakaten/janji.
- Kambing singuda denga ras simeruntik, si mekambing ras simbiring saja si jadi upah Jakup.
- Jakup make teknologi tradisional gelah lit anak asuh-asuhen si meruntik, mekambing ras mbiring.

APLIKASI
Ibas perkembangan zaman genduari, alu la isadari enggo tercipta dunia persaingan. Persaingan ibas kerina bentuk, apakah ibas bidang usaha/ekonomi, pendahin, pergaulan, seh ku bidang rohani pe. Emaka nina Paulus : erlumbalah asa gegehndu ibas perlumban kiniteken (1 Korintus 9:24-27; 1 Timotius 6:12a).
Tapi siidah genduari, melala terjadi persaingan si la sehat. Apakah alu menjelek-jelekkan, menindas, make ilmu hitam, cian, rsd. Enda jadi erkiteken gelah ia saja singgeluh ibas doni enda. Bagepe la lit percaya dirina. Padahal ibas sudut pandang sipositif persaingan sangat ibutuhken gelah kita pe banci meteh she ija kengasupenta nggeluh ibas doni enda. Alu bage ngasup kita mperbaiki diri sendiri/mperlengkapi tole dirinta. Perlu siteh ibas era genduari, la lit si terlepas ibas persaingan, emaka situhuna, ibas kita nggeluh la banci kita putus asa ntah pe ernembeh ate man kalak sideban. Emaka si penting man banta kuga kita ngenen kusekelewetta maka e teman kap ras keluarganta, labo musuh. Alu bage radu ras kita mencapai kai sijadi sura-suranta alu mehuli ras ngena ate Tuhan. Adi soalkurang berhasil, ula min enda inen sebage kegagalan, tapi justru ngenen ras nggejapken sada proses pembentukan diri, guna jadi manusia si tangguh ras mehuli.
Tapi gelah kita banci nggeluh ibas dunia persaingan, maka sipaling penting, ula kita cepat putus asa ngenen kai siterjadi ibas dirinta ras isekelewetta, bagepe harus erlajar terus menerus kempak dunia isekelewetta, janah pemetehta enda pe harus sikembangkan ras ula kita alergi nandangi teknologi, sipakelah teknologi, ibas rangka kemajuanta. Tapi ula ka kita lupa, adi enggo kita berhasil, ula kita lupa man Tuhan. Ertotolah kita man Tuhan gelah Tuhan simasu-masu kita.

Persaingen si Sehat Guna Ndatken Kemajun (Kejadin 30:31-39)

BAHAN PJJ GBKP
TANGGAL 17 - 23 OKTOBER 2010
_______________________________

Isi : Persaingan si Sehat Guna Ndatken Kemajun.

LATAR BELAKANG
1. Jakup tading i rumah mamana (Laban) ibas waktu sicukup ndekah eme 20 tahun. Janah sedekah ia tading, sekaligus erdahin ije, seh maka ertambah-tambah kebayaken mamana.
2. Ibas sada paksa, nina Jakup man mamana gelah banci ia nggeluh mandiri, emaka pelepas min ia ras ndeharana bagepe ras anak-anakna kerina mulih ku kutana. Tapi tempa lit sada beban man Laban erkiteken sedekah Jakup erdahin selaku permakan ras jadi bebere/kelana, lenga lit kai pe (erta ntah pe modal) siiberekenna man Jakup. Emaka nina Laban man Jakup adi bage asa kai dage kuberken upah man bandu. Tapi nina jakup la pada aku erupah, tapi berekenlah ku siar-siar sendah asuh-asuhenndu, janah kuserapken asakai bibi-biri si mbiring ras mekambing tah pe simeruntik si nguda denga, e saja sijadi upahku. Kai siikataken Jakup enda iueken mamana. Tapi kepeken laban la “iklas” emaka ibas wari e kang, minter ipindahken Laban kerina kambing bajarna simeruntik, simekambing bagepe kambing si lit mbentarna ras pe biri-biri si mbiring , ku ingan sindauhna telu wari perdalanen. Janah asuh-asuhen si tading, tetap Jakup ngasuhisa.
3. Enda ibahan Jakup gelah la idat jakup kambing singuda denga si mekambing, si mbiring ras si meruntik. Bagepe la lit kemungkinan jadi perkawinan silang ntah pe si berbeda warna si banci “merubah” warnana bulu asuh-asuhen e.
4. Ibas asuh-asuhen siiasuhi Jakup enda me, iakali Jakup gelah litna sada anak biri-biri si mekambing, si meruntik ras simbiring. Alu make pola pengkembang biakan ras teknologi tradisional paksa sie, Jakup ngasup menghasilkan anak biri-biri si meruntik. Ibas carana sicukup sederhana, eme ibuat Jakup dahan kayu dalu-dalu ketapang sirimpaga, ikulitina dahan-dahan e emaka mekambing, janah iamparkenna i lebe-lebe asuh-asuhen ibas inganna minem. Emaka sanga kambing e kawin idahna dahan e, emaka tersugesti kambing e. Em sebabna banci sambar warna anak- asuh-asuhen e.
5. Siibahan Jakup enda, khusus man asuh-asuhen si megegeh, adi si la megegeh la ibahanna bage. Erkiteken sie megegeh ras jile me asuh-asuhen Jakup asangken asuh-asuhen mamana (Laban).\

THEOLOGIA NASKAH
- Jakup ras Laban muat sada kesepakaten/janji.
- Kambing singuda denga ras simeruntik, si mekambing ras simbiring saja si jadi upah Jakup.
- Jakup make teknologi tradisional gelah lit anak asuh-asuhen si meruntik, mekambing ras mbiring.

APLIKASI
Ibas perkembangan zaman genduari, alu la isadari enggo tercipta dunia persaingan. Persaingan ibas kerina bentuk, apakah ibas bidang usaha/ekonomi, pendahin, pergaulan, seh ku bidang rohani pe. Emaka nina Paulus : erlumbalah asa gegehndu ibas perlumban kiniteken (1 Korintus 9:24-27; 1 Timotius 6:12a).
Tapi siidah genduari, melala terjadi persaingan si la sehat. Apakah alu menjelek-jelekkan, menindas, make ilmu hitam, cian, rsd. Enda jadi erkiteken gelah ia saja singgeluh ibas doni enda. Bagepe la lit percaya dirina. Padahal ibas sudut pandang sipositif persaingan sangat ibutuhken gelah kita pe banci meteh she ija kengasupenta nggeluh ibas doni enda. Alu bage ngasup kita mperbaiki diri sendiri/mperlengkapi tole dirinta. Perlu siteh ibas era genduari, la lit si terlepas ibas persaingan, emaka situhuna, ibas kita nggeluh la banci kita putus asa ntah pe ernembeh ate man kalak sideban. Emaka si penting man banta kuga kita ngenen kusekelewetta maka e teman kap ras keluarganta, labo musuh. Alu bage radu ras kita mencapai kai sijadi sura-suranta alu mehuli ras ngena ate Tuhan. Adi soalkurang berhasil, ula min enda inen sebage kegagalan, tapi justru ngenen ras nggejapken sada proses pembentukan diri, guna jadi manusia si tangguh ras mehuli.
Tapi gelah kita banci nggeluh ibas dunia persaingan, maka sipaling penting, ula kita cepat putus asa ngenen kai siterjadi ibas dirinta ras isekelewetta, bagepe harus erlajar terus menerus kempak dunia isekelewetta, janah pemetehta enda pe harus sikembangkan ras ula kita alergi nandangi teknologi, sipakelah teknologi, ibas rangka kemajuanta. Tapi ula ka kita lupa, adi enggo kita berhasil, ula kita lupa man Tuhan. Ertotolah kita man Tuhan gelah Tuhan simasu-masu kita.